RSS

Ketidakjujuran

10 May

lies-and-truthPercakapanku dengan calon karyawan selalu dimulai dengan kalimat ini: “Kejujuran yang terpahit itu jauh lebih baik dari Kebohongan yang termanis.“. Kenapa? Karena bagiku, terlebih dalam komunikasi didalam usaha antara aku dengan karyawan-karyawanku, kejujuran itu adalah dasar. Kejujuran itu yang membatasi kita dari kebohongan, membatasi kita dari kepalsuan, membatasi kita dari keinginan mencuri, dan masih banyak lagi lainnya yang akan bisa kita junjung dengan baik apabila kejujuran kita jadikan dasar.

Menjadi jujur itu tidak mudah, apalagi menjaga kejujuran itu jauh lebih tidak mudah. Dalam setiap detik dan menit kehidupan kita selalu dihadapkan dengan pilihan antar kejujuran dan ketidakjujuran. Baik ketika kita sedang berperan sebagai orang yang tidak jujur, atau ketika kita sedang berperan sebagai korban ketidakjujuran. Dan yang lebih menyedihkan adalah ketidak sebuah ketidakjujuran begitu sulit untuk diungkapkan.

Tetapi aku percaya, sebuah ketidakjujuran pada akhirnya akan terbongkar dengan cara yang tidak pernah kita duga sebelumnya. Dan ketika itu terbongkar rasanya akan jauh lebih menyakitkan daripada kejujuran yang sebenarnya. Jadi pertanyaannya kenapa banyak orang yang masih bertahan dengan kebohongan atau ketidakjujuran ketika ada kesempatan untuk jujur meskipun itu pahit? Bukankah kebohongan yang pertama akan disusul dengan kebohongan kedua, ketiga, dan seterusnya, sampai pada akhirnya sang manusia tidak bisa lagi memisahkan mana garis kebenaran dan mana yang bukan. Dan dalam dunia usaha, kemungkinan-kemungkinan terburuk dari ketidakjujuran itu sangatlah rentan terjadi. Bisa karena memang sudah bawaan lahir, juga pengaruh kebutuhan yang melebihi kemampuan. Dan aku bisa tegaskan bahwa ketidakjujuran itu sangat tidak bisa ditolerir.

Dan bukan hanya dalam dunia usaha, dalam sosial pun kita sebaiknya berusaha berlaku jujur, karena ketika kita sudah tidak berlaku jujur maka kita patut mempertanyakan eksistensi kita dalam hubungan sosial kita. Aku pernah baca tentang Mythomania (kecenderungan berbohong) yang mungkin bisa dikategorikan sebagai penyakit psikologi yang kalau menurut Kamus Oxford : “Kecenderungan abnormal atau patologis untuk membesar-besarkan atau berbohong.“. Aku tidak tahu apakah kecenderungan banyak orang mengidap mythomania akut atau hanya karena kebiasaan yang belum dirubah saja.

Karena kalau menurut aku kebiasaan berbohong itu bisa dirubah kalau kita niat dan mau, dan juga mengerti kebaikan dengan tidak berbohong alias jujur. Jadi kapan aku, anda dan kita memulai jujur? 🙂

Regards,

TZ

PS: gambar ilustrasi di ambil di sini

 

Advertisements
 
2 Comments

Posted by on May 10, 2014 in Cerita, Umum

 

Tags: , , , , ,

2 responses to “Ketidakjujuran

  1. cK

    May 11, 2014 at 8:30 am

    Banyak orang yang mengatasnamakan berbohong demi kebaikan. Dan entah kenapa banyak juga yang lebih senang dengan a beautiful lie instead of the ugly truth. 🙄

     
  2. Tian Zega

    May 11, 2014 at 9:20 pm

    hahaha ironis ya.

     

Silahkan tinggalkan jejak anda...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: