RSS

Pelecehan O Pelecehan

06 May

Pelecehan-seksualBeberapa minggu terakhir headline berita nggak habis-habisnya mengangkat isu tentang pelecehan seksual. Aku sudah mulai bosan dengan berita pelecehan, pelecehan dan pelecehan lagi :evil:. Mulai dari si Emon yang melakukan pelecehan terhadap puluhan anak kecil, ditambah lagi dengan kasus pelecehan di JIS yang notabene sekolah internasional yang seharusnya memiliki peraturan yang ketat :evil:, belum lagi berita tentang pelecehan yang dilakukan oleh Pastor dan Ustad (tidak bermaksud mendiskreditkan agama tertentu). Sepertinya rasa aman itu mulai menghilang bagi masyarakat. Dan kita tidak pernah tahu lagi apa yang akan terjadi berikutnya. Belum lagi ketika kepastian hukum untuk pelaku masih abu-abu.

Nah, kalau dilihat-lihat ketika semua orang sibuk dengan memaki, menghujat para pelaku, di satu sisi hukum di NKRI sepertinya berjalan di tempat. Aparat hukum juga seperti setengah hati bahkan cenderung ragu-ragu dan malah bisa saja abstain dalam menegakkan keadilan. Kenapa? Ya karena memang hukum di Indonesia sepertinya belum berpihak kepada korban pelecehan seksual.

Perilaku pelecehan seksual, baik yang bersifat ringan (misalnya secara verbal) maupun yang berat (seperti perkosaan) merupakan tindakan yang menyerang dan merugikan individu, hal itu juga menyerang kepentingan umum berupa jaminan hak-hak asasi yang harus dihormati secara kolektif. Salah satu upaya dalam penanggulangan kejahatan (termasuk pelecehan seksual) adalah dengan menggunakan sarana hukum pidana. Namun dalam kenyataannya, hukum pidana Indonesia yang berlaku sekarang ini masih belum bisa menciptakan sanksi hukum yang tegas bagi pelaku pelecehan seksual serta perlindungan hukum bagi korban pelecehan seksual itu sendiri. Dalam KUHP tidak ditemukan adanya istilah Pelecehan Seksual, yang ada hanyalah istilah perbuatan cabul tanpa menjelaskan definisi resmi dari kata perbuatan cabul itu sendiri. Dalam RUU KUHP pun dapat dilihat dengan jelas bahwa istilah Pelecehan Seksual masih belum dipakai, sedangkan jelas sekali dalam perkembangan di masyarakat Indonesia sekarang ini, bahwa perlu untuk segera menciptakan suatu perundangan yang dapat memberi kepastian hukum dan tentunya perlindungan hukum bagi warganya. (sumber dari sini)

Kalau begini terus, ya pelecehan seksual ini tidak akan pernah berhenti 😡. Akan terus terjadi, dan terjadi. Dan yang aku khawatirkan adalah jika para pelaku baru dan yang lama terus bermunculan karena lemahnya penegakan hukum, dan jelas-jelas akan sangat meresahkan masyarakat. Nelangsa sudah pasti, apalagi bagi keluarga korban yang tidak bisa berbuat apa-apa dan hanya bisa pasrah dengan proses hukum yang juga lebih sering tidak berujung dan malah cenderung berpihak pada pelaku. Mengurus urusan KORUPSI saja tidak becus, apalagi ngurusin PELECEHAN. Dimana Supremasi Hukum di Indonesia???. Itu yang selalu aku pertanyakan. Dan aku sepertinya semakin apatis dengan hukum seperti aku telah tuangkan di sini. Mungkin dan ini mungkin, hukum rimba dan hukum adat jauh lebih baik sebagai solusi. Hampir sebagian teman-temanku cenderung setuju dengan itu. 😈

PS: Gambar ilustrasi diambil dari sini

Regards,

TZ

Advertisements
 
4 Comments

Posted by on May 6, 2014 in Cerita, duka

 

Tags: , , , ,

4 responses to “Pelecehan O Pelecehan

  1. Swastika Nohara

    May 7, 2014 at 8:10 am

    Hukum adat sebagai solusi ya? Solusi atau punishment buat pelakunya?…

     
  2. Tian Zega

    May 7, 2014 at 10:36 am

    sebenarnya bisa lebih ke arah punishment jika terapannya tidak sesuai, tapi dengan hukum adat yang biasanya dibarengi dengan efek sosial, efek materi juga, plus efek fisik, semoga efek jera terhadap pelaku bisa menjadi solusi untuk mencegah terjadinya lagi kasus yang baru. 🙂

     
  3. cK

    May 11, 2014 at 8:32 am

    Sebenarnya yang paling penting itu adalah tegasnya penegak hukum. Banyak pelanggaran yang bisa lolos karena hukum kita gak tegas atau bisa diselesaikan dengan uang…

     
  4. Tian Zega

    May 11, 2014 at 9:20 pm

    tapi apa kita yakin dengan tegasnya penegak hukum di Indonesia Chik? Aku sih jujur nggak yakin banget. 😦

     

Silahkan tinggalkan jejak anda...

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: